Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 15 Juni 2011

Bukalah Hatimu

Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang
menari-nari disekeliling kita. Mengepakkan sayapnya yang penuh warna,
memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu
menginginkan cinta dalam genggaman ia terbang menjauh. Namun saat kita tidak
mengharapkan, cinta hadir tanpa di undang. Kita pun tidak memaksakan cinta
sekehendak hati kita. Dan memang, cinta adalah fenomena hati yang terkadang
sulit untuk di mengerti.

sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta.
Bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita.
Cinta tercipta adalah untuk dirasakan bukan untuk dipikirkan. Yakinlah bahwa
cinta yang kita inginkan akan datang pada saat yang tepat. Namun bukan
berarti kita hanya duduk diam menanti cinta.

Sebarkanlah cinta pada keluarga, sahabat-sahabat kita dan sesama. Dengan
memberikan cinta, maka kita telah " mengundang " cinta untuk datang. Kita
hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar dengan
sendirinya. Mempesona cinta-cinta yang terbang di sekliling kita untuk
akhirnya hinggap dan bersemayam di hati kita selamanya.

Cinta tak memberi apapun
Kecuali dirinya sendiri
Dan tak memminta apapun
Selain cinta itu sendiri

Cinta Dan Persahabatan

Mampukah kita membayangkan persahabatan tanpa cinta ?
Persahabatan dan cinta adalah teman terbaik. Karena dimana ada cinta, persahabatan selalu ada di sampingnya. Dan dimana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan.
Pada suatu hari persahabatan mulai berpikir bahwa cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena persahabatan mengganggap cinta lebih menarik dari pada dirinya.
Hmm… seandainya tidak ada cinta mungkin aku lebih terkenal, dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku begitu pikir persahabatan. Sejak hari itu persahabatan memusuhi cinta. Ketika cinta mulai bermain bersama persahabatan selalu seperti akan menjauhi cinta. Apabila cinta bertanya kenapa persahabatan menjauhi dirinya, persahabatan hanya memalingkan wajah dan menghindar meninggalkan cinta.

Kesedihan pun menghampiri cinta dan cinta tidak sanggup menahan air matanya lalu menangis tersedu-sedu. Kesedihan hanya termangu memandang cinta yang kehilangan teman baiknya.
Beberapa hari tanpa cinta, persahabatan mulai bergaul dengan kecewa, putus asa, kemarahan dan kebencian. Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya, dan orang-orang mulai tidak menyukai persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak disukai lagi. Walaupun persahabatan cantik, tetapi sifatnya mulai memuakkan. Persahabatan menyadari dirinya bahwa tidak lagi disukai lantaran banyak orang yang menjauhi dirinya, persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah kesedihan melihat persahabatan. Lalu menyampaikan kepada cinta bahwa persahabatan dalam kedukaan.
Dengan segera cinta berlari dan menghampiri persahabatan. Saat persahabatan melihat cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yg berlinang persahabatan pun meluapkan seribu penyesalannya meninggalkan cinta. Akhirnya, persahabatan dan cinta kembali menjadi teman baik, persahabatan kembali menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta pun kembali tersenyum ceria. Semua orang akhirnya melihat kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugrah dalam kehidupan.
Moral,
Mampukah persahabatan tanpa cinta?
Mampukah cinta tanpa persahabatan??
Sering kali kita temui banyak orang memisahkan persahabatan dan cinta karena mereka berpikir “kalau persahabatan sudah diselami dengan cinta, pasti akan menjadi sulit.” Terutama bagi mereka yg menjalin persahabatan antara lelaki dan wanita. Persahabatan merupakan bentuk hubungan yg indah antara manusia, di mana cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai persahabatan. Tanpa cinta, persahabatan mungkin akan di isi dengan kecewa, benci, marah, egois dan berbagai hal yg membuat persahabatan tidak lagi indah.
Berhentilah membuat batas antara cinta dan persahabatan, biarkanlah mereka tetap menjadi teman baik, yang harus di luruskan adalah cinta bukanlah perusak persahabatan. Cinta memperindah persahabatan kita. Sering kali cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. Salah besar!! seharusnya dengan adanya cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan.
Teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan cinta! tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta, karena cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.
Teman-teman yg belum mengerti arti persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Karena dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti. bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi dengan keinginan kita.
Teman-teman yang sedang kecewa dengan persahabatan, renungkanlah. Apakah saya sudah menjalani persahabatan dengan benar dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yg baik akan kita temui dalam persahabatan.

Selasa, 14 Juni 2011

Hari - Hari

Dalam hidup ini hanya ada 3 hari, yaitu

Yang pertama;

Hari kemarin. (PAST)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...

Yang kedua:

Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...

Yang tersisa kini hanyalah :

Hari ini. (PRESENT)

Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Menyia-nyiakan Waktumu adalah menyia-nyiakan hidupmu, tetapi menguasai waktumu adalah menguasai hidupmu.

Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri

Dan jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga !

Kado Terindah Yang Tak Ternilai Harganya

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar denganbaik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado " kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

Malaikat Kecilku, Tolong Ajarkanku Tentang Kasih

Sebuah cerita yang sangat mengharukan.. betapa Kasih Sayang dari seorang sahabat kecil ditunjukkan dengan sebuah empati tulus dan pengorbanan..

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata:
“Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata:
“Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta…” agak ragu2 sejenak… “….akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku? ”

Aku menjawab: “Oh, pasti sayang”.

Sindu: “Betul ayah?”

“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan.
Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata:
“Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu: “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya..

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!

Istriku spontan berkata: “Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!”

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: “Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya: - “Tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain.”

Aku coba memohon kepada Sindu:
- “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!”

Sindu, dengan menangis, berkata:
- “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral,
bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku: - “Janji kita harus ditepati..”

Secara serentak istri dan ibuku berkata: - “Apakah aku sudah gila?”

Aku: “Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak: “Sindu, tolong tunggu saya.”

Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata:
“Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.”

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya:
“Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya, saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih!

Sumber: NN

Aku dan Keong

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, Keong sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga..."

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, Keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan? Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap...

Biarkan saja keong merangkak di depan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati...

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. (mang cacing mendengung?! tawon kalii??) Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta Keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan. Saat bertemu penolongmu, ingat untuk bersyukur padanya. Karena ia lah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.

Teman adalah Hadiah

Teman adalah Hadiah

Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya
jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang
menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang
biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika
berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam,
saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya
sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya
seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati,
kesombongan,
amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar
dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada
dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena
justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan
keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya
berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air
berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti
disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau
berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka
luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka
berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka
mempertahankan diri.

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek,
entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika
kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah
disiapkanNya buat kita.

Arti Memiliki

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus dipertahankan' jika
memang udah sepadan. Seperti kata kata berikut:

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan.....yang
satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya... adalah
irreversible......

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika kamu
mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai
kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama. Satu diantara kalian
akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang...........Begitu
juga dalam cinta: kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti......

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta.... mungkin akan begitu
menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan
menderita.....tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya
kamu akan menangis....... jauh lebih pedih... karena saat itu kamu
menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen....Perasaan bisa
datang dan pergi begitu saja......Cinta tak harus berakhir
bahagia.....karena cinta tidak harus berakhir.....

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan....dan mengerti apa yang
tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau
pikiran.........melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan,
karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai,
melainkan.....investasi.

Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan. Karena
jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai....melainkan
memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu
cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu
yang tak berguna itu........

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga mati kala musim
berganti, cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir
selamanya......

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan-kepingan kaca,
tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa Ada seseorang yang akan bersedia
untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca
itu.....Sehingga kamu akan menjadi utuh kembali.

Berjuanglah hingga dapat cinta sejati....!!!!!!

Aku Akan Berusaha Menyayangimu

Boy adalah seorang cowo yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan.. Sejak ia menjadi buta.. ia merasa terasing dari lingkungannya.. Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya..

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya.. Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy..
Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti..
Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus...

Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..

B : Girl...mengapa kamu begitu menyayangiku..?

G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu.. yg aku tahu.. aku benar-benar tulus menyayangimu Boy..
(tersenyum)

B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

G : Boy..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku..kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup.. aku senang ketika kau merasa senang..

B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..

G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)

B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu.. karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku...

G : benarkah..?

B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..

G : (terharu) terima kasih Boy.. aku sangat menyayangimu...

B : (tersenyum) ya.. aku tahu itu.. aku juga sangat menyayangimu Girl..

singkat cerita.. Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil..ia mampu melihat lagi.. Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl..

Pergilah ia mencari Girl.. sampai ia berhasil menemukannya... Namun... alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah seorang gadis buta.. Ia tidak bisa menerimanya.. Ia pun menolak Girl .. Ia lupa akan semua janjinya...

G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?

B : ummm....(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu..tapi tidak dengan keadaanmu yg seperti ini..

G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?

B : eeeerr...maaf Girl..tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta..maaf..

Boy pun pergi meninggalkan Girl..

Girl yang kecewa dan merasa dikhianati.. memilih untuk bunuh diri..

Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat disakunya..

"Dear Boy...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu..
tidak banyak yg bisa aku lakukan untukmu...
Namun.. aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu...
Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu..bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali.."

~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata..
melainkan juga dengan hati kita..
Mata itu bisa menipu..namun hati tidak..
kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia..~

Jangan biarkan kisahmu berakhir seperti mereka..

Cinta Langit Dan Laut

Dahulu kala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka sama2 saling menyukai 1 sama lain. Saking sukanya laut terhadap langit, warna laut = langit, saking sukanya langit terhadap laut, warna langit = laut.

Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan "aku cinta padamu" ke telinga langit. Setiap langit mendengar bisikan penuh cinta laut pun, langit tidak menjawab apa2 hanya tersipu2 malu wajahnya semburat kemerahan.

Suatu hari, datang awan... begitu melihat kecantikan si langit, awan seketika itu juga jatuh hati terhadap langit. Tentu saja langit hanya mencintai laut, setiap hari hanya melihat laut saja. Awan sedih tapi tak putus asa, mencari cara dan akhirnya menemukan akal bulus.

Awan mengembangkan dirinya sebesar mungkin dan menyusup ke tengah2 langit dan laut, menghalangi pandangan langit dan laut terhadap 1 sama lain.

Laut merasa marah karena tidak bisa melihat langit, sehingga dengan gelombangnya, laut berusaha menyibak awan yang mengganggu pandangannya.

Tapi tentu saja tidak berhasil.

Lalu datanglah angin, yang sejak dulu mengetahui hubungan laut dan langit merasa harus membantu mereka menyingkirkan awan yang mengganggu.

Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan ... Awan terbagi2 menjadi banyak bagian, sehingga tidak bisa lagi melihat langit dengan jelas, tidak bisa lagi berusaha mengungkapkan perasaan terhadap langit.

Sehingga ketika merasa tersiksa dengan perasaan cinta terhadap langit, awan menangis sedih. Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak terpisahkan.

Kamu juga bisa melihat di mana mereka menjalin kasih. Setiap ke laut, di mana ada 1 garis antara laut dan langit, di situlah mereka sedang bersatu.

Tentang 5 jari

1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.

2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.

3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong , paling panjang dan suka menghasut jari telunjuk.

4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.

5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut.

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan ( menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari satu macam jari yang sama? Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.

Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, bahkan merusak.

Semua perbedaan dari setiap kita adalah keindahan yang sengaja diciptakan agar kita rendah hati untuk menghargai org lain, tidak ada satupun pekerjaan yg dapat kita kerjakan sendiri. Mungkin Kelebihan kita adalah kekurangan orang lain, Kelebihan orang lain mungkin juga Kekurangan kita. Tidak ada yang lebih bodoh atau lebih pintar, perihal bodoh atau pintar itu adalah kerelatifan dalam bidang/talenta yang diberikan Tuhan agar kita bersama-sama menuju satu VISI & satu IMPIAN.

Orang PINTAR bisa GAGAL, orang HEBAT bisa JATUH. Tetapi, Orang yang MENGANDALKAN TUHAN dalam segala hal akan selalu melihat kemuliaan Tuhan...

Tidak ada manusia yang sempurna, kita hanyalah mahluk lemah di hadapanNya. Dengan uluran tanganNya, anugrah dan kehendakNya, maka hidup kita menjadi sempurna
Credit : PreMan KaLem

Senin, 13 Juni 2011

Tuhan Tahu dan Peduli

Beberapa hal yang dapat mendorongmu untuk tetap bertahan
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung air matamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau berada, kemanapun kau pergi dan apapun yang kau lakukan...
TUHAN TAHU dan PEDULI

Minggu, 12 Juni 2011

SUKA, SAYANG, ATAU CINTA

Suka adalah ketika dia sedang bersedih, kamu akan merasa kasihan padanya.
Sayang adalah ketika dia sedang bersedih, kamu akan menangis bersamanya.
Cinta adalah ketika dia sedang bersedih, kamu akan memberikan bahumu dan berkata “Jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkanmu”.

Suka adalah ketika dia tampil menarik, kamu akan berkata “Kamu sangat cantik/tampan dan menawan”.
Sayang adalah ketika dia tampil menarik, kamu akan melihat dari hati, bukan dari mata.
Cantik adalah ketika dia tampil menarik, kamu akan berkata “Kamu adalah anugerah terindah bagiku”.

Suka adalah ketika dia menyakitimu, kamu akan marah dan tak mau bicara lagi padanya.
Sayang adalah ketika dia menyakitimu, kamu akan menangis karena merasa kehilangan.
Cinta adalah ketika dia menyakitimu, kamu akan berkata “Tidak mengapa, karena ia tidak tahu apa yang dia lakukan padaku”.

Suka adalah ketika kamu menyukainya, kamu akan memaksa dia untuk menyukaimu juga.
Sayang adalah ketika kamu menyukainya, kamu akan akan membiarkan dia memilih.
Cinta adalah ketika kamu menyukainya, kamu akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.

Suka adalah kamu akan menemaninya jika itu menguntungkan bagimu.
Sayang adalah kamu akan menemaninya di saat dia membutuhkanmu.
Cinta adalah kamu akan menemaninya di saat apapun keadaannya. 

Orang Tuaku

Pukul 03.00 pagi aku dibangunkan suara derit pintu depan yang terbuka, rumah kami kecil dan berdinding kayu yang sederhana tidak akan dapat menyembunyikan suara derit pintu manapun yang dibuka. Aku juga mendengar desir rantai dan roda motor butut kami yang didorong melewati depan pintu kamarku keluar ke halaman lalu suara pintu depan ditutup dan dikunci, aku mendengar derit pelan pintu pagar kawat seadanya yang dipasang ayah untuk mencegah kambing masuk ke halaman dan memakan tanaman-tanaman milik ibu. Aku tahu motor itu dituntun menjauh dari rumah kami lalu batuk-batuk pelan ketika dinyalakan sebelum mengeluarkan suara raungan kasar yang sayup-sayup ku dengar sebelum semuanya kembali sunyi seolah tidak pernah terjadi apapun.

Aku tidak lagi bisa memejamkan mata, bayangan ibu dan ayahku yang sudah tak muda lagi menembus kabut pagi buta yang dingin dengan motor butut yang bisa mogok kapan saja menuju pasar induk untuk membeli beberapa barang yang bisa dijual lagi terus muncul dalam pikiranku. Aku melihat kedua adikku tertidur lelap dalam damai, mereka belum menyadari bagaimana beratnya hidup kami. Kami bukan orang miskin, ayahku menolak untuk dikatakan miskin. “Jika kita mengatakan kita miskin, berarti kita tidak mensyukuri apa yang kita punya. Kitakan punya rumah, tidak kekurangan makanan dan kalian masih bisa sekolah, masih banyak lagi yang lebih kekurangan dari pada kita” kata ayahku selalu.

Sering aku kesal dengan prinsip ayahku, apa salahnya mengatakan kami miskin? Toh memang kenyataannya kami kesulitan secara ekonomi. Atap rumahku sudah bercampur antara genteng, beberapa bagian dilapisi dengan seng bekas yang ditemukan ayah dekat pasar, ada atap dari anyaman daun kelapa didapur yang kulapisi dengan terpal bekas yang ku temukan tak sengaja di tempat sampah, tiap aku mengeluhkan hal itu, ayah dengan tenang menjawab “Yang penting sekarang rumah kita tidak bocor kalau hujan” sambil tersenyum. Bicara tentang dinding rumah, kami beruntung karena lantai dan seperlima dinding rumah sudah permanen sehingga kami tidak memerlukan ranjang untuk tidur. Sisanya papan yang jelek tetapi masih kuat, ada bekas-bekas sarang rayap karena memang papan itu lebih tua dari aku. Ayah sering membuat larutan kapur sirih lalu mengoleskannya ditempat yang mulai digerogoti rayap, ia akan menutup lobang-lobang rayap dengan semacam lem dari lem kayu putih yang entah dicampur apa sehingga ketika kering membuat dinding seperti dipenuhi panu, lalu ketika aku mengeluhkan hal itu maka ayah akan menjawab “Yang penting kita tidak kedinginan kalau malam” dengan santai dan tersenyum.

Aku juga sering kesal dengan ibuku, ia sering menyuruhku menambal seprei atau selimut yang robek parah, menisik baju-baju yang robek, membeli baju baru jangan harap ada diluar hari natal. Belum lagi makanan kami yang amat sangat seadanya, sering aku harus memasak dari sisa sayur-sayur jualan ibu yang sudah layu untuk sarapan dengan nasi yang sudah agak berbau namun belum basi. Aku berangkat ke sekolah dengan uang saku seribu rupiah, cukup untuk sekali jalan naik kendaraan umum sehingga aku harus memilih untuk naik angkot pada saat berangkat atau saat pulang – aku lebih suka jalan kaki pulang pergi agar uang seribu rupiahku bisa ku simpan. Adikku yang nomor dua juga senang berjalan kaki denganku agar uangnya bisa dipakainya jajan. Sepanjang jalan kami akan bercerita dan bercanda sehingga tidak terlalu terasa jika perjalanan kami cukup jauh, kami biasanya berpisah di depan sekolahnya karena sekolahku sedikit lebih jauh dari SMP adikku. Adik bungsuku masih TK di taman kanak-kanak yang tidak jauh dari rumah kami. Aku sering mengeluh ibuku tidak adil ketika membelikan makanan yang enak untuk kedua adikku sementara aku tidak dan beralasan aku sudah besar dan bisa makan apa saja, atau ketika adikku meminta uang lebih untuk kegiatan ekstrakulikuler atau les sementara aku harus bertahan dengan seribu rupiahku walaupun ada pelajaran tambahan sehabis jam sekolah. Ibuku selalu menyuruhku membawa bekal kalau ada pelajaran tambahan dengan alasan aku bisa memasak sendiri sedang adikku tidak.

Jika sedang tak ada pelajaran tambahan dan jam pulang adikku jauh lebih sore, aku sering berjalan pelan-pelan memutar lebih jauh agar tidak langsung sampai di rumah. Aku sering berjalan sambil menghayalkan hidupku tidak sesulit saat ini, kadang sambil memaki kedua orang tuaku dan menganggap mereka bertanggung jawab atas hidupku yang sulit, aku berharap bisa ikut les di tempat yang bagus seperti adikku nomor dua dan bukan ikut les gratis di sekolah, bisa memakai pakaian yang bagus seperti teman-temanku dan bukan baju bekas entah siapa yang kebesaran. Aku sering duduk bendungan sungai kotor dekat rumahku, tidak ada seorangpun yang suka datang ke tempat itu – mungkin karena aromanya, dan menangis tanpa suara sampai aku lelah dan haus lalu pulang.

Rutinitas di rumahku selalu sama setiap hari, pukul 03.00 pagi orang tuaku akan pergi ke pasar induk, kemudian ayahku akan mengantar ibuku untuk berjualan di pasar inpres dan meninggalkannya disana, ayah akan pulang ke rumah dan beristirahat sejenak. Pukul 04.30 pagi aku bangun dan memilah-milah sayur atau bahan makanan apapun yang ku temukan dan bisa ku masak untuk sarapan sambil menanak bubur dari nasi ada untuk adik bungsuku yang tiap pagi harus sarapan bubur karena kalau tidak, ia tak akan mau sarapan. Sementara itu, adikku nomor dua akan menyetrika seragamnya dan adik bungsuku lalu mandi dan bersiap-siap. Setelah ia mandi, aku akan membawa adik bungsuku ke kamar mandi dan memandikannya – sering harus dengan sedikit perjuangan karena ia akan meronta tidak senang dan aku akan menyanyikan lagu konyol agar ia tertawa, membantunya mengenakan pakaian dalam – karena ia baru akan mengenakan seragam TK nya setelah sarapan atau ia akan mengotorinya. Lalu adikku nomor dua akan menyuapinya sementara ia sendiri sarapan, sementara aku gantian dan bersiap-siap. Biasanya ayah ku sudah bangun pukul 06.30 setelah istirahat 30 menit dan ia akan menyiapkan adik bungsuku sementara aku dan adikku nomor dua sudah siap berangkat ke sekolah. Sarapan? Tidak, aku tidak suka sarapan dengan masakanku yang asal masak itu – lebih tepatnya tidak sempat, tetapi karena posturku ‘besar’ jadi tidak pernah ada masalah dengan hal itu. Nantinya ayah yang akan mengantar adik bungsuku, mengantar motor butut kami ke pasar sebelum berangkat bekerja dan Ibuku yang akan menjemput adik bungsuku setelah jualan. Semuanya sudah diatur, yang aku sendiri tidak ingat kapan dimulainya jadwal itu.

Keluhan-keluhanku, rasa bosan dan jenuh, rasa minder, dan perasaan-perasaan lain yang menusuk hatiku hilang ketika suatu hari aku pulang sekolah lebih cepat dari biasanya karena sakit perut. Hari itu hari sabtu, hari libur ayah. Biasanya hari itu adalah hari memperbaiki rumah bagi ayahku. Aku memasuki halaman rumah tanpa suara, aku malas pulang sebenarnya tetapi tidak ada tujuan lain apalagi perutku benar-benar terasa seperti ditusuk-tusuk. Aku berdiam sejenak didekat jendela kamarku, berpikir apakah lebih baik aku masuk mengaku sakit pada ibu atau langsung masuk kamar dan tidur tanpa suara. Aku refleks bersembunyi ketika melihat bayangan ibu memperbaiki tirai kamar yang ku jahit dari seprei yang robek parah, sementara sisanya ku jadikan kain lap. Saat itu untuk pertama kalinya aku mendengar ibu menangis, seolah ingin menahan tangisnya tetapi sia-sia dan aku masih bisa mendengar isaknya.

“Eka harus kuliah, bagaimana pun caranya” ku dengar ibuku bicara,

“Yah, aku juga berpikir demikian ma. Tetapi bagaimana caranya?” jawab ayahku pelan

“Aku banyak dosa sama anak itu pa, anak yang pertama kali lahir dari rahimku tetapi tidak sekalipun bisa kubahagiakan. Kamu lihat gorden ini? Eka yang buat, kamu lihat sprei-sprei ini? Eka juga yang jahit, kamu lihat selimut, baju-baju, kasur, bahkan atap dapur? Eka yang perbaiki. Kamu ingat pa? kapan terakhir kali kita membelikannya baju baru? Sudah tiga kali hari natal berlalu dan tidak ada baju baru untuknya sedangkan uang tabungannya malah dia gunakan untuk membeli baju baru adik-adiknya. Berdosa kita pa, berdosa padanya.”

Diam-diam aku mengiyakan perkataan ibuku, tetapi ada perasaan aneh menyusup dalam hatiku, perasaan tidak berharga.

“Pa, kamu ingat keluhan-keluhan Eka? Tetapi dia tidak pernah mengeluh terlalu lama, ia juga tidak marah pada kita. Kamu ingat ketika ia mengeluh tentang makanan? lalu ia membawa bibit cabe dan bawang untuk ditanam di halaman, ia mengurusi adik-adiknya tiap hari. Eka mencari jalan keluarnya sendiri, aku merasa gagal menjadi ibunya, pa..” isak ibuku semakin jelas, dan perasaan tidak berharga itu kembali muncul dihatiku.

“Kita harus melakukan sesuatu, pa. Eka harus kuliah, cita-citanya harus kesampaian”

“Yah, papa juga sudah memikirkan hal itu. Mungkin papa akan ambil lembur dibengkel, rumah juga sudah banyak diperbaiki jadi papa bisa cari kerja tambahan Sabtu dan Minggu. Papa tidak akan mempermalukan anak-anak kita dengan mengaku miskin, ma. Anak-anak harus tetap bisa mengangkat kepala mereka dan tidak dipermalukan dengan keaadaan kita, papa akan kerja lebih keras.”

“Mama juga akan jualan siang pa, Nurah bisa ku ajak ke pasar. Pasar tidak terlalu ramai disiang hari”

Pembicaraan mereka masih berlanjut tetapi aku tidak bisa dengar lagi, mataku perih dan perutku sudah tak lagi terasa sakit.

Diam-diam aku meninggalkan rumah, aku berlari ke pinggir bendungan dan menangis di sana. Dadaku terasa sesak dan air mataku tidak lagi bisa aku bendung. Oh, Tuhan…akulah yang sudah berdosa. Memang benar aku yang memperbaiki atap, sprei, selimut, tirai, baju-baju tetapi apa istimewanya hal itu? Memang benar aku menggunakan tabunganku untuk membeli baju baru adikku, lalu apa istimewanya hal itu?

Bayangan orang tuaku bangun pagi-pagi buta ke pasar untuk jualan, mengingat ayah dan ibu mengangkat barang-barang berat untuk dibawa ke pasar inpres. Ayahku harus bolak-balik pasar induk dan pasar inpres untuk membawa sayur-sayur jualan ibu. Ibu harus berjuang sendirian di pasar, dengan bungkusan-bungkusan sayur yang sebenarnya terlalu berat untuk dibawanya sendirian, ia masih harus mengantar barang-barang pesanan sendirian, ia harus menjaga adik bungsuku yang rewel dan sakit-sakitan, ia harus membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak makan siang dan makan malam, ia membuat keranjang-keranjang sayur dan membersihkan wortel dan kubis agar tetap segar hingga jauh malam, ia bahkan merawat kebun kecilku. Ayahku pulang kerja jauh malam, aku tahu ia lelah namun selalu menyempatkan diri untuk mengisi bak air, memperbaiki motor bututnya, membantu aku dan adik-adikku belajar dan membantu ibu dengan barang dagangannya. Dengan semua itu, apa istimewa perbuatanku?

Aku selalu mengeluh dan mengeluh, mengeluh tidak diberikan les di luar sekolah dan lupa mensyukuri les gratis di sekolah. Aku lupa bagaimana kerasnya orang tuaku bekerja untuk membiayai pendidikan kami, sayang adik-adikku tidak memiliki les gratis di sekolah mereka. Aku mengeluh tentang baju baru, lupa jika aku tidak pernah melihat orang tuaku memakai baju baru. Aku mengeluhkan makanan, lupa jika kondisi fisik adik-adikku lebih lemah dari aku dan jika mereka sampai sakit maka kami semua akan dalam kesulitan. Aku mengeluhkan prinsip ayahku, lupa jika dinegara ini orang miskin sering disamakan dengan peminta-minta dan ayahku tak akan membiarkan kami dilecehkan seperti itu. Aku mengeluhkan atap, dinding dan lantai rumah, lupa bagaimana ayah membanting tulang untuk membayar rumah dan merawatnya selama bertahun-tahun. Lalu apa pentingnya perbuatanku?

Walaupun orang tuaku lelah, mereka tidak pernah membawa kelelelahannya di depan kami. Ketika kami sakit, ayah dan ibu akan merelakan waktu tidur mereka yang cuma dua jam setiap malam itu untuk menjaga kami. Sementara jika mereka sakit, mereka hanya membaginya diantara mereka berdua tanpa membebani kami dengan keluhan mereka. Dan dengan perbuatanku yang sangat sedikit itu, aku membuat orang tuaku merasa berdosa kepadaku? Tidak, akulah yang berdosa terhadap mereka. Aku akan kuliah agar aku bisa mengeluarkan keluargaku dari kesulitan-kesulitan ini. Tetapi aku berjanji dalam hatiku tidak akan membebani mereka, bagaimanapun caranya.


Ditulis oleh Pinta Freshka Gulo

Cinta itu seperti menunggu bis saja..

Sebuah bis datang, dan kau bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

"Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Bis seperti apa yang kau tunggu?

Kamis, 09 Juni 2011

Bersyukur

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah bagi kita bersyukur akan hal-hal yang baik ...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut ...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif  ...
Temukan cara bersyukur atas masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat

Rabu, 08 Juni 2011

WHY? WHY NOT? WHAT IF? (Keingintahuan - Keberanian - Kreatifitas)

Mengapa?, Mengapa Tidak?, Bagaimana Kalau?

Keingintahuan, Keberanian, dan Kreatifitas.

WHY?: Curosity, rasa ingin tahu, adalah penggerak awal yang membuat kita mau melakukan observasi, mau mempelajari lebih jauh hal2 yang mungkin bukan urusan kita. Rasa ingin tahulah yang membuat kita melakukan explorasi ke luar angkasa, atau kedasar laut. Membuat kita memahami tentang penyakit dan obat, membuat kita mengerti bumi ini bulat dan bumi mengelilingi matahari. “Mengapa” lah yang membuat ilmu pengetahun menjadi maju.

Untuk bisnis: Mengapa penjualan kita terus menurun setiap bulan? Mengapa kompetitor mampu menjual lebih murah? Mengapa banyak karyawan kita keluar dan pindah kerja ketempat lain? “Mengapa” membuat kita mau tahu, mau belajar.

WHY NOT?: Bravity, keberanian, karena kita bukan orang lemah yang tunduk pada aturan. Mengapa tidak? Kita berani melawan status quo, kita berani mencoba hal baru. Keberanian membawa nafas baru dalam prilaku kita, karena angin segar ini melawan aturan dan kemapanan, dan selalu tidak mau berdiam diri.

Mengapa tidak kita kerjakan hari ini saja semuanya? Mengapa tidak kita coba pasarkan di luar kota produk baru kita ini? Mengapa tidak kita tambah team kita? Mengapa tidak kita import barang barang baru. Mengapa tidak kita buka saja 24 jam resto ini? WHY NOT merupakan sebuah keberanian untuk melawan kemapanan, melawan kejemuan. Mengapa tidak?

WHAT IF?: Idea, kreatifitas. “Bagaimana kalau”, sebuah aktifitas baru mencoba menjadikan sebuah idea kreatif menjadi inovasi. Kita masukkan sesuatu yang baru yang sebelumnya tidak ada disana. “What If” membuat inovasi baru.

Bagaimana kalau kita buat layanan yang gratis? Bagaimana kalau kita buka toko buku yang jual online di Indonesia? Bagaimana kalau besok kita mulai datang lebih pagi kekantor? Bagaimana kalau harga tiket pesawat dibuat murah untuk penerbangan sangat malam.

Ketiga kata ini bisa menjadi sahabat kita menuju sukses: WHY?: Mengapa, untuk menggali data, fakta, angka. Untuk membuat kita mau belajar lebih dalam lagi. WHY NOT?: Mengapa tidak? Untuk memberi dorongan kepada kita untuk berani melakukan sesuatu. WHAT IF? Bagaimana kalau, adalah senjata penting menciptakan inovasi. Semoga ketiga hal ini membawa semangat baru untuk anda semua.


Credit : Tanadi Santoso, Surabaya, 5 Juni 2011.

FAMILY

Sobat, mari kita merenung dari ungkapan hati seorang ibu:
Di jalanan saat menabrak seorang yang tak dikenal, saya akan cenderung berkata "Oh, maafkan saya" .
Ia juga akan  berkata, "Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda." Orang yg tidak kenal saya, juga berlaku sangat sopan.

Pada hari itu juga, saat saya memasak makan malam, putraku berdiri diam-diam di samping saya.
Saat berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya dengan marah.
Ia pergi, hati kecilnya hancur.

Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika berbaring, nuraniku berkata, "Sewaktu berurusan dgn orang tidak dikenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tapi thd anak-anak, sepertinya kau perlakukan dengan kasar dan  sewenang-wenang."
Aku tersentak, merasa malu, dan air mataku mulai menetes.

Saya buka pintu kamarku. Kudapati beberapa kuntum bunga mawar. Bergegas aku ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?"
Ia tersenyum, "Aku memetik bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yg berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tdk membentakmu tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu."
Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yg biru."

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Betapa berharaganya arti KELUARGA, jangan sia-siakan keluargamu.
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = F=Father , A=And M=Mother, I=I, L=Love, Y=You.

Sumber: unknown

Pahitnya kehidupan

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua
yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdamping an, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu.
Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak
air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?". "Segar.", sahut tamunya.
Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajak nya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang
kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segala nya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak
Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak
muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Aku Pernah Datang Dan Aku Sangat Patuh

Kisah seorang gadis yatim piatu yang dirawat dan dibesarkan oleh laki-laki miskin. Gadis penderita leukemia yang memutuskan melepaskan biaya pengobatan senilai 540.000 Dollar. Dana pengobatan tersebut berhasil dihimpun dari perkumpulan orang China diseluruh dunia. Dia rela melepaskan dana pengobatan tersebut dan membaginya kepada tujuh anak yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Kalimat terakhir yang ia tinggalkan dalam surat wasiatnya adalah, "Saya pernah datang dan saya sangat patuh". Seorang gadis berusia delapan tahun yang mempersiapkan pemakamannya sendiri.

Sejak lahir dia tidak pernah mengetahui siapa kedua orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang ayah angkat yang memungutnya dari sebuah lapangan rumput. Seorang pria miskin berusia 30 tahun. Karena miskin, tak ada perempuan yang mau menikah dengannya.

30 November 1996, adalah saat dimana pria miskin tersebut menemukan bayi yang sedang kedinginan diatas hamparan rumput. Diatas dadanya terdapat selembar kartu kecil tertuliskan tanggal, "20 November jam 12".

Ketika ditemukan, suara tangisnya sudah melemah. Pria tersebut khawatir jika tak ada yang memperhatikannya, maka bayi tersebut akan mati kedinginan. Ia memutuskan untuk memungutnya. Dengan berat hati karena takut tak dapat menghidupinya kelak karena kemiskinannya, ia memeluk bayi tersebut dambil berkata "apa yang saya makan, itulah yang kamu makan". Kemudian ia memutuskan untuk merawat bayi tersebut dan memberinya nama Yu Yan.

Yu Yan akhirnya dirawat dan dibesarkan oleh seorang pria lajang dan miskin yang tak mampu membeli susu. Yu Yan hanya diberi minum air tajin (air hasil cucia beras). Keadaan yang berat tersebut membuat Yu Yan tumbuh menjadi anak yang lemah dan sakit-sakitan karena kurangnya asupan gizi. Namun Yu Yan adalah anak yang sangat penurut dan patuh.

Musim silih berganti, Yu Yuan pun bertambah besar dan memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, mereka sangat menyukai Yu Yan, meskipun ia sering sakit-sakitan. Yu Yan tumbuh ditengah kekhawatiran ayahnya.

Yu Yuan sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Teman-temannya memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang ayah angkat. Dia sadar bahwa ia harus menjadi anak yang penurut dan tidak boleh membuat ayahnya sedih.

Yu Yan sangat mengerti bahwa dia harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah agar ayahnya yang tidak pernah sekolah bisa merasa bangga. Dia tidak pernah mengecewakan ayahnya. Yu Yan sering bernyanyi untuk ayahnya. Semua hal lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada ayahnya. Senyum sang ayahlah yang bisa membuatnya bahagia.
Pada suatu pagi di bulan Mei 2005, ketika Yu Yuan sedang membasuh mukanya, ia terkejut karena air bekas basuhan mukanya berubah menjadi berwarna merah akibat darah yang menetes dari hidungnya. Darah dari hidungnya terus mengalir tanpa bisa dihentikan.

Ayahnyan segera melarikan Yu Yan ke puskesmas untuk mendapat pertolongan dokter. Dipuskesmas ia diberi suntikan sebagai pertolongan awal. Namun ternyata dari bekas suntikan tersebut juga mengeluarkan darah yang terus mengalir diikuti dengan munculnya bintik-bintik merah dipahanya. Sang dokter menyarankan ayahnya untuk membawa Yu Yan kerumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit Yu Yan dan ayahnya masih harus menunggu karena tak mendapat nomor antrian. Selama menunggu, darah dari hidung Yu Yan terus mengalir. Ia hanya bisa menunggu dikursi panjang ruang tunggu sambil menutup hidungnya agar darahnya tidak mengotori lantai. Tetapi banyaknya darah yang keluar tak bisa dhentikan dan mulai mengotori lantai sehingga perlu tampung dalam sebuah baskom. Dalam waktu singkat, baskom tersebut telah dipenuhi oleh darah Yu Yan.

Dokter yang melihat keadaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah didiagnosa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sedikitnya membutuhkan biaya sebesar 300.000 $. Ayahnya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Ia hanya hanya ingin menyelamatkan anaknya. Ayahnya berusaha mencari pinjaman dari saudara-saudaranya. Setelah jerih payah yang dilakukan, uang yang ia peroleh jumlahnya sangat sedikit. Ia memutuskan untuk menjual rumahnya. Namun sangat sulit untuk menjual rumahnya yang kumuh dalam waktu cepat.

Beban pikiran yang ditanggung membuat ayah Yu Yan semakin kurus. Kesedihannya terlihat oleh Yu Yan. Melihat keadaan ayahnya, Yu Yan menjadi sangat sedih. Diruang perawatan, ia menatap ayahnya dan menggenggam tangan sang ayah bermaksud mengatakan sesuatu kepada yahnya. Air mata Yu Yan mulai menetes. Bibirnya bergetar. "Ayah, saya ingin mati" kata Yu Yan dengan suara yang sangat lemah. Ayahnya terkejut mendengar apa yang dikatakan anak angkatnya itu. "Kamu masih terlalu muda, kenapa kamu ingn mati sayang?". "Aku hanya anak yang dipungut dari lapagan rumput. Nyawaku tak berharga. Biarlah aku keluar dari rumah sakit ini".

Karena keadaan yang teramat sulit, dengan terpaksa ayahnya menyetuji permintaan anaknya. Sadar dengan sisa hidupnya yang singkat, gadis yang masih berusia delapan tahun itupun mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakaman untuk dirinya.

Sejak kecil Yu Yan tak pernah menuntut apapun pada ayahnya. Namun hari itu, setelah ia keluat rumah sakit ia mengajukan beberapa permintaan kepada ayahnya. Ia ingin mengenakan baju baru dan berfoto dengan ayahnya. Sang ayah memenuhi permintaan Yu Yan, ia membelikan baju baru untuk anaknya itu dan pergi ke studio foto untuk berfoto bersama anaknya.

Dengan baju barunya Yu Yan berpose bersama ayahnya. Dalam sakit yang dideritanya Yu Yan berusaha tersenyum sambil menahan air matanya yang menetes mebasahi pipi. "Kalau ayah meridukanku setelah aku tidak ada, lihatlah foto ini", ujar Yu Yan kepada ayahnya.

Keadaan Yu Yan diketahui oleh seluruh warga desa tempat tinggal Yu Yan. Selama ini, ia dikenal sebagai anak yang baik dan cerdas. Penderitaan yang ditanggung Yu Yan dan ayahnya membuat penduduk desa bersimpati dan berupaya membantu mereka dengan berusaha menggalang dana dari banyak orang.

Berita tentang Yu Yan pun meluas sampai akhirnya terdengar oleh seorang wartawati bernama Chun Yuan. Berkat laporan yang ditulis di surat kabar tempat wartawati itu bekerja, cerita tentang anak yang mempersiapkan pemakamannya sendiri itu dengan cepat tersebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang tergugah dengan pemberitaan di surat kabar tersebut. Kabar tentang Yu Yan akhirnya tersebar hingga keseluruh dunia. Orang-orang yang mengetahui cerita tentang Yu Yan mulai menyebarkan email kebanyak orang diselurh dunia untuk menggalang dana.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah terkumpul 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.
Sumbangan dana masih terus mengalir dari segala penjuru dunia meskipun pengumuman dihentikannya penggalangan dana telah disebarkan.Segala yang dibutuhkan telah tersedia untk pengobatan Yu Yan, semua orang menunggu kabar baik tentang Yu Yan. Seseorang bahkan mengatakan dalam emailnya, "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan. Dokter Shii Min yang menangani Yu Yan memintanya untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir deras karena merasa bahagia.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggilnya Mama. Suara itu, Shii Min kaget, ia tersenyum sambil berkata, "Anak yang baik".

Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan. Banyak juga orang yang menanyakan kabar Yu Yuan melalui email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi. Fisik Yu Yan semakin lemah.

Yu Yuan pernah bertanya kepada Fu Yuan, seorang wartawti, "Tante kenapa mereka mau menyumbang uang untuk saya? Wartawati tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati" ujar Yu Yan. Dari bawah bantal tidurnya gadis kecil itu mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu yuan kaget setelah mebaca surat wasiat dari Yu Yan. Ternyata gadis tak berdaya itu telah mempersiapkan pemakamannya sendiri. Seorang anak berumur delapan tahun yang sedang menghadapi kematian menulis tiga halaman surat wasiat yang dibagi menjadi enam bagian.

Lewat surat wasiatnya itu YuYan menyampaikan rasa terimakasih sekaligus megucapkan selamat tinggal kepada semua orang yang telah sangat peduli dengan keadaanya. Kalimat terakhir dalam surat wasiat tersebut berbunyi, "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibsumbangkan untuk sekolah saya. Dan katakana kepada pemimpin palang merah, Setelah saya meninggal, sisa biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya agar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. "Saya pernah datang, saya sangat patuh", itulah kata-kata terakhir yang keluar dari bibir Yu Yuan.

Pada tanggal 22 agustus, akibat pendarahan dibagian pencernaan Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakitnya itu akhirnya menutup mata untuk selamanya. Berita ini merupaka pukulan bagi banyak orang yang mengharapkan kesembuhan Yu Yan.

Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir riwayat hidup Yu Yuan.

Sesuai pesan Yu Yuan, sisa dana sebesar 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan kami juga akan kami ukir dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".

sumber: unknown

Selasa, 07 Juni 2011

Misi Dummies NS

Tools :
1.Fiddler  Disini
2. File SWF Disini
Turtor:
Klik Tab AutoResponder (yg icon-nya petir hijau)
Centang kotak "Enable automatic responses" dan juga "Permit passthrough for unmatched request"
Jatuhkan .SWF File yang kamu download tadi ke kolom AutoResponder
Masuk ke Ninja Saga
Setelah itu bersihkan chace
Baru pilih karakter yang akan kamu mainkan
Download dulu fiddler
Kemudian Install Fiddler
Baru jalankan Fiddler
Klik Tab AutoResponder (yg icon-nya petir hijau)
Centang kotak "Enable automatic responses" dan juga "Permit passthrough for unmatched request"
Jatuhkan .SWF File yang kamu download tadi ke kolom AutoResponder
Masuk ke Ninja Saga
Setelah itu bersihkan chace
Baru pilih karakter yang akan kamu mainkan

Caranya:tinggal ke mission aja,lawan dummies

Map Hack Seal

1. Masuk folder seal > Buka map > Klick map Spak > buka menggunakan winrar.
2. Extrac File yg di download di IDWS di sebuah folder > Copy semua file tsb > Paste di dalam map.SPAK yg tadi kamu buka menggunakan winrar.
3. Login sperti biasa dan Shiltz menjadi rata !!
Cukup Mudah kan….
Selamat Mencoba…
NB : jangan lupa buat back up map.SPAK asli kalian karena saya tidak akan men upload map.SPAK asli


 Paswordnya : www.nyit-nyit.net
Langsung Aja:Map Hack
jangan Lupa Add FB Saya : Koplok Depressed
Greenhorn(Knight)Starforlove

Minggu, 05 Juni 2011

Dari Jauh

Dari jauh, aku memandangmu
Lewat semua mata hatiku

Dari jauh, aku mengagumimu
Lewat semua kisah tentangmu

Dari jauh, aku mengkhayalkanmu
Tanpa peduli kata hatiku

Dari jauh, aku larut dalam suka citamu
Bagai bertemu air jernih dipadang tandus

Dari jauh, aku hanyut dalam dukamu
Bagi tersesat dalam mimpi buruk

Dari jauh, kukirim do'a untukmu
Do'a tulus, do'a tak bersyarat

Dari jauh, kulukis engkau dalam tidurku
Lewat beragam bunga tidurku

Dari jauh, aku titipkan hatiku padamu
Agar kau senantiasa setia padaku

Sabtu, 04 Juni 2011

ATM EXP Pet

 Fiddler    : Di sini
File SWF :  DI Sini 
Cara Pemakaiannya :
Kalian tinggal masuk ke "Academy", lalu pilih "Fast Auto Pet-Levelling". Nanti .swf akan bekerja dengan sendirinya dan tunggu prosesnya hingga selesai. Minimal, char kalian harus lvl 60


Credit To : kurokumo


NB : DILARANG MEMPERJUAL BELIKAN CHEAT !!!!!!!!!!!
Salam Cielovers

Jumat, 03 Juni 2011

12 Kata " Jangan yg perlu di hindari"

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

" Apa yang kamu tanam itulah yg akan kamu tuai "

sumber: unknown

Kamis, 02 Juni 2011

Cinta Dalam Kotak Kardus Bekas

“Telah begitu lama aku merasa bahwa dunia sekitarku sudah ditelan oleh keserakahan arus egoisme.”Demikian seorang teman yang bekerja di toko seven eleven di samping gerejaku memulai kisahnya. “Telah lama saya merasa bahwa hati manusia kini telah berubah dingin dan beku. Tapi sebuah peristiwa yang terjadi beberapa tahun kemarin telah membuktikan bahwa pandanganku di atas adalah kesimpulan yang salah.”

“Saat itu sebagaimana biasanya, aku sibuk seharian melayani setiap orang yang datang ke toko ini. Tak terasa sudah pukul 1.30 pagi hari. Ketika saya hendak menutup toko untuk kembali, terdengar bell otomatik berdering. Tanpa mengangkat muka, dalam hati aku mengumpat; “Huh...dasar kelelawar dan kucing malam. Sudah jam begini tak pulang ke rumah tapi berkeliaran sepanjang malam.¡¦ Namun ketika aku mengangkat wajahku, kudapati seorang gadis cilik kira-kira berumur 15 tahun. Kedua tangannya mengangkat selembar kertas tertulis; “Aku tak dapat berbicara. Bolehkah engkau membantu aku?”

“Ternyata gadis cilik ini membutuhkan kotak kardus bekas dan meminta agar saya mengumpulkan kotak-kotak karton kardus untuk diberikan kepadanya. Tanpa banyak bertanya maksudnya, saya lalu menganggukan kepala menyetujui permintaannya. Dan sejak itu, setiap hari jam 1.30 di pagi buta sang gadis cilik ini akan datang mengumpulkan kotak-kotak tersebut.”

“Setelah beberapa minggu, ternyata aku telah menjadi sahabatnya. Suatu saat, dengan penuh rasa ingin tahu, saya mengambil sebatang pensil dan menuliskan pertanyaan di atas secarik kertas; “Mengapa engkau mengumpulkan kotak-kotak bekas ini? Apakah orang tuamu tak akan merasa cemas membiarkan engkau berjalan sendirian pada jam begini?¡¦ Tak kusangka...pertanyaanku ternyata seakan sebuah kunci keran yang membuka pipa air matanya. Air matanya mengalir tanpa henti, melepaskan semua beban yang selama ini bercokol dalam hatinya.”

“Oh...Tuhanku. Betapa besar derita yang harus ditanggung gadis cilik ini. Saat ini ia berumur 16 tahun. Sebelum ibunya melahirkan adiknya, ayah telah meninggalkan mereka menuju dunia abadi. Dan sang ibu?? Tak berapa lama setelah adiknya tidak menyusui lagi, sang ibu meninggalkan mereka entah ke mana perginya. Gadis cilik yang bisu ini harus berusaha menghidupkan dirinya sendiri serta adiknya yang masih kecil. Tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan kecuali mengumpulkan kotak bekas untuk dijual. Pedih hatiku mendengar kisah gadis kecil yang tak menyerah pada kerasnya tuntutan hidup ini. Sejak saat itu, setiap hari aku akan mengisi sejumlah roti dalam kotak tersebut, cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka akan rejeki sehari itu. Tak lupa saya masukan minuman ke dalam kotak yang sama. Di samping itu setiap hari saya tak pernah berhenti mencoba mencari pihak yang bisa memberikan bala bantuan.”

“Sudah beberapa hari, sang gadis cilik ini tak pernah datang lagi. Tentu saja ada kepedihan memenuhi bathinku memikirkan kemungkinan mala petaka yang terjadi atas diri mereka. Apakah mereka dalam keadaan selamat? Ataukah mereka sedang sakit? Dan...Oh Tuhan, mengapa aku tak meminta alamat tempat tinggalnya? Aku tak tahu di mana ia tinggal dan tak bisa mengunjunginya.”

“Dalam situasi yang demikian, saya bersiap meninggalkan toko tersebut. Dan di depan pintu, ada sepucuk surat. “Kak, terima kasih berlimpah atas bantuanmu selama ini. Aku dan adikku sudah menjadi anak angkat dari sebuah keluarga yang baik. Saat ini hidup kami telah berubah. Sekali lagi terima kasih berlimpah.¡¦ Sepucuk surat yang singkat. Namun setelah membaca surat tersebut, tak terasa air mataku jatuh tak tertahankan. Bukan kesedihan, tetapi itu adalah air mata keharuan. Ternyata Cinta masih memiliki tempat di bumi. Terima kasih Tuhanku.”


Tarsis Sigho - Taipei

Pengikut

 
Electricity Lightning