Pengetahuan ini mungkin saja masih asing bagi kita semua. Tetapi pengetahuan ini kiranya akan memberi pengkayaan wawasan kita untuk semakin memahami hal yang gaib tetapi pada suatu ketika tidak lagi menjadi gaib.
Apa yang akan terjadi pada umat manusia dalam milenium ke III bila tata surya kita memasuki zona photon yang berfrekuensi tinggi? Menurut informasi secara spiritual terdapat 12 alam semesta di dalam Alam Semesta Raya, dan alam semesta kita dengan tata surya Bima Sakti (The Milk Way) merupakan alam semesta yang paling mutakhir diciptakan.
Tiap alam semesta, tiap galaksi, dan tata surya memiliki suatu Matahari. Tata surya kita yang posisinya ada di pinggir salah satu galaksi, konon mengitar suatu MATAHARI PUSAT (Central Sun) dari gugus
bintang PLEIADES yang namanya ALCIONE. Tata Surya kita berikut planet-planetnya termasuk bumi memerlukan waktu 25.860 tahun untuk mengitari ALCIONE itu, maka tiap 12.500 tahun tata surya kita bertabrakan dengan ZONA PHOTON itu. Untuk melintasi ZONA PHOTON diperlukan 1000-2000 tahun.
Sejak 1961 tata surya kita sudah mulai memasuki ZONA PHOTON. Dan akan berada di pusatnya pada tahun 2011-2012. Masuknya tata surya kita ke dalam ZONA PHOTON itu memberikan dampak peningkatan frekuensi getaran bumi dan peningkatan kesadaran manusia, yang selanjutnya memicu perubahan besar dalam kehidupan di planet bumi.
Peningkatan frekuensi getaran alam akibat energi photon meningkatkan aktivitas gelombang laut, gunung berapi, gempa bumi, perubahan cuaca/iklim, pemanasan global dan terciptanya lubang-lubang ozon.
Tanda-tanda taransisi mudah disimak dengan peristiwa yang ditayangkan media massa maupun media layar kaca. Hidup yang semakin sulit dan banyak tantantangan dan masalah, masa depan yang suram, kehidupan sosial politik dan ekonomi yang hiruk pikuk dan heboh. Banyak orang yang gelisah dan dirundung kecemasan, dan tekanan jiwa, gelisah, kekalutan
mental, tindakan kekerasan, kekejaman, atau pemberontakan untuk mencapai kebebasan dan reformasi.
Apakah Zona Photon?
Zona Photon adalah daerah yang terdiri dari partikel chaya photon. Cahaya photon adalah akibat dari tabrakan anti elektron dengan elektron. Tabrakan itu menyebabkan kedua partikel itu saling menghancurkan yang kemudian menimbulkan energi photon atau partikel cahaya. Kelak kemudian hari photon akan menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi, selain energi nuklir tentunya.
Akibatnya akan terjadi perubahan besar dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan kesadaran manusia.
Apa yang terjadi semasa transisi?
Di tepi Zona Photon terdapat suatu dinding pembatas yang disebut ZONA NIL. Di Zona Nil tersebut terjadi kompresi energi yang sangat dahsyat, di mana medan magnetik sangat padat sehingga segala sesuatu yang melintasi Zona tersebut pasti mengalami perubahan. Berarti juga medan magnetik bumi dan matahari akan berubah mengalami jenis magnetik yang baru, yakni magnetik interdimensional yang mengakibatkan perubahan drastis pada medan elektrik magnetis dan gravitasional bumi. Dapat dibayangkan pengaruhnya pada semua alat listrik yang kita kenali
sekarang, semua tak akan berfungsi. Mobil dan pesawat tak dapat distarter. Pendingin ruangan akan mati total. Lampu-lampu listrik tak lagi menyala..
Diperkirakan penghuni bumi menghadapi suatu kehidupan dan kegelapan yang tak bisa dipahami.
Hari 1-2: Matahari tidak bersinar dan bumi menjadi gelap gulita dan dingin yang dahsyat.
Hari 3-4: Tampak cahaya temaram, bagai fajar, bintang-bintang mulai muncul di langit
Hari 5-6. Menghadapi hari yang bercahaya benderang selama 24 jam terus menerus. Seluruh mahluk bangkit dengan semangat baru. Menerima energi baru. Kemampuan SUPRANATURAL muncul suatu ZAMAN BARU.
Manusia Bumi menjadi manusia GALAKTIK
Perubahan frekuensi getaran ini SANGAT DAHSYAT. Zona Photon dikenal juga dengan sebutan Nebula Emas. Dimana manusia akan menikmati zaman keemasan. Manusia yang lolos dapat hidup dalam zaman Nebula Emas akan menjadi manusia yang memiliki kesadaran super. Mungkin inilah saatnya yang dinyatakan dalam kitab-kitab suci bahwa manusia akan berubah dalam sekejap mata.
Kemampuan-kemampuan spiritual seperti telekenensis, clairvoyance, clairaudience dan kemapuan-kemampuan spiritual yang hanya dimiliki orang-orang tertentu akan menjadi milik setiap orang. Penghubi bumi akan menjadi mahluk SUPERNEING, atau MANUSIA SUPER.
Badan jasmani manusia yang berhasil melampaui masa transisi dan tetap hidup, akan mengalami perubahan. Kebutuhan jasmani juga berkurang, tidak seperti manusia jaman sekarang yang terlalu banyak menuntut gaya hidupnya. Kehidupan di Zaman Baru akan memberikan kekuasaan manusia berkesempatan dan berkemampuan untuk meremajakan diri jasmaninya dan hidup tanpa batas waktu.
Tidak ada kematian, tidak ada pembusukan, yang ada hanya kesempurnaan hidup.
Manusia hidup dalam keabadian, namun tidak berarti ia akan terperangkap dalam badan jasmani yang sama. Untuk selama-lamany. Ada cara lain untuk transit dari dimensi yang satu ke dimensi-dimensi lain tanpa mengalami
proses kematian jasmani.
Bangsa Man usia Baru akan mempunyai pemimpin yang memiliki kesadaran multidimensional, memimpin manusia menuju kehidupan yang damai, sejahtera, dan bahagia sesuai dengan rencana Tuhan Sang Maha Pencipta.
Sejarah planet bumi dan asal-usul manusia akan terungkap. Sejarah yang selama ini dibayangkan atau ditemukan oleh ahli-ahli sejarah sangat berbeda dengan kejadian yang sesungguhnya.
Akhirnya manusia akan memahami jati dirinya, tahu siapa dirinya di masa silam dan apa tugas serta takdirnya, tidak semata-mata sebagai manusia bumi, tetapi sebagai manusia galaktik yang memiliki kesadaran kosmik.
Kesadaran Kosmik.
Apa yang terjadi sekarang ini adalah sesuatu yang luar biasa dan belum pernah terjadi, yakni setiap manusia diberi kesempatan melakukan "lompatan quantum" menuju kesadaran lebih tinggi.
Bila tata surya kita telah berada di dalam aliran energi Photon, manusia akan hidup di alam dimensi kelima.
Semua kebenaran, dan pengetahuan tentang Tuhan, manusia, proses kehidupan, evolusi dan keadaan Alam Semesta akan menjadi milik manusia, termasuk pengetahuan kehidupan dalam sistem bintang serta planet-planet lain.
Dengan adanya energi Photon perjalanan antar planet akan menjadi mudah, seperti halnya melakukan perjalanan antar benua atau antar pulau, antar bangsa. Akhirnya manusia akan menjadi anggota Federasi Galaktik dari belajar meningkatkan kehidupan harmonis dengan penghuni-penghuni planet lain. Di Alam Semesta.
Dari pengalaman hidup antar planet manusia akan memiliki kesadaran bahwa ia bukan semata-mata warga planet bumi tetapi juga menjadi warga galaksi, bahkan warga Alam Semesta. Manusia yang memiliki seluruhnya kesadaran kosmik.

0 komentar:
Posting Komentar