cinta, ya begitulah katanya.
begitu manis di awal,
entah apa ia semanis coklat dan senikmat madu
tak lagi ku rasa hangatnya rasa itu, sepertinya aq hnya bermimpi.
pernah ada hubungan yg seolah tak berujung,
tak ada senyum tak ada kabar atau berita.
entah mengapa bayang wajah itu seolah terus mnganggu.
aq ingin melupakan n menghapus namamu, namun smakin tak mampu ku mengerti.
tak pernahkan kau rasakan yg sama?
ketika kau seolah memberikan harap
dan seketika kau lepas kan smua rasa itu,
pernah aq mnunggu n trus menunggu hingga ku tinggalkn senyum itu dlm sebuah memoar.
bahkan surat yg prnh n hnya ada u/mu kini tlah ku hncurkan brsma smua rasa.
salahkah ketika ketika brharap?
salahkn atas smua rasa ini??
kau pernah mwbuat dunia itu trasa mendung n ku bnar tak percaya.
ada kesunyian dalam kpenatan,
menatapi pojok sunyi tak bergumam,
disudut jendela yang biasanya disinari cahaya kini kembali gelap,
sedikit takut & ragu bercampur dlm rona kebimbangan,
malam smakin panjang dwktu aq mgungkap asa,
denting lantunan suara rintik hujan terdengar lg,
ada hati yg terpaut dlm kssenyapan yg seolah trus mcari sinarnya,
trus ia mencari dmn serpihan itu kan terbang dan hinggap,
ada harap akan ksejukan udara yg mmpu mbrikn rona baru,
diatas kemilau kristal2 pembungkus lilin q pandangi cahaya itu,
ternyata q sadari ada cahaya yg jauh lbh indah&mengesankan dr lilin yg mnerangi,
mungkin setiap hati mcari cahayanya sendiri yg mampu msbuatnya smakin berwarna
ada hati yg terpaut dlm kssenyapan yg seolah trus mcari sinarnya,
trus ia mencari dmn serpihan itu kan terbang dan hinggap,
ada harap akan ksejukan udara yg mmpu mbrikn rona baru,
diatas kemilau kristal2 pembungkus lilin q pandangi cahaya itu,
ternyata q sadari ada cahaya yg jauh lbh indah&mengesankan dr lilin yg mnerangi,
mungkin setiap hati mcari cahayanya sendiri yg mampu msbuatnya smakin berwarna

0 komentar:
Posting Komentar