Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 16 November 2011

Misteri "bar code" atau Universal Product Code (UPC)

Misteri di balik angka 666 Satanic telah menyusup kedalam berbagai aspek yang berkenaan dengan kehidupan manusia di dunia ini.Sebenarnya banyak hal yang telah dijadikan sebagai ajang konspirasi para penganut satanic,baik yang secara terang-terangan maupun yang tersembunyi.Berikut ini adalah contoh- contoh nyata yang telah ada GEREJA SETAN

Asal mula GS didirikan oleh Anton Szandor La Vey tanggal 30 April 1966, dan GS ini secara terang-terangan diorganisasikan di San Francisco. Sebagai buku panduan umatnya, La Vey menulis sebuah kitab The Satanic Bible tahun 1969. Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak
seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gerejaaneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-
buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan.

Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan,Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan
Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini
terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).
Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam
kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.
Yang pertama Gereja Setan, Gereja Setan Amerika, kini nama resmi mereka adalah Gereja Setan, nama lain adalah pendusta. Pada tanggal 29 Oktober 1997, Anton La Vey mati. Kemudian GS diwariskan kepada Blanche Barton (pendeta
wanita tertinggi) yang juga adalah istrinya dan ibu anak yang ketiga yang bernama Satan Xerces Carnacki La Vey Blanche juga menjabat kepala adiministrasi GS selama 14 tahun terakhir.
Semasa hidupnya, Anton La Vey mengangkat banyak anggota Kependetaan Mendes sebagai Pengacara Iblis. Dan kependetaan ini bersama Ordo Trapezoid Dewan Nan Sembilan kini bekerja sama dengan Pendeta Wanita Tinggi Barton
untuk memajukan filosofi ikonoklastik yang diracik oleh La Vey.

LAMBANG
Lambang Para pengikut GS umumnya menggunakan lambang 666, pentagram, bintang bersudut 5 terbalik yang bergambar kepala kambing bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer, sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di bawah menggambarkan tritunggal iblis, yang di tengah Lucifer, di kiri antiKristus, yang di kanan nabi-nabi palsu.
Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ).
Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya
untuk upacara ritual

PENGGUNAAN BARCODE
Barcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai
ada misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan kecurigaannya.
Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis, Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.
Salah satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD.
Perempuan pengusaha sukses dari Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini.
Salah satunya berjudul “666 The New Money System” (1982).

Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin
bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi
untuk menguasai dunia.Tiga Tahapan Menurut Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal pengidentifikasian dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan:
*Tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
*Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia,antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga
tahun sebelumnya.
Awalnya diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia. Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan,
dan perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu
pintar (Smart Card).
*Tahap ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi. Angka Iblis Para pengkritisi Barcode berhasil  enemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.

contoh barcode :
Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari
dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.
Jadi, seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab:
“Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain
daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan
seorang manusia, dan bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18)

Musik dan Film Satanisme Satanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces).
Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film.
Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film
Omen 1976 disebut telah mempopulerkan satanisme.
contoh musisi/musik satanisme:
berikut adalah kabar burung tentang contoh musik yang berisi satanisme , contoh :
* Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”.
* Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.
* Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
* Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
* Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
* Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.
* Marilyin Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.
* Band-band Black Metal yang secara terang-terangan menggunakan lirik & ritual pemujaan terhadap setan

Sepi

Hanya hampa yg kurasa...
Kesepian merasuk jiwa...


Tanpa teman..
Tanpa sahabat..


Saat ku butuh penopang...
Tak satupun yg jadi penyangga...
Tak seorangpun yang pamahi...


Mampukah aku...
Untuk melewati duri ini?
Mampukah aku...
Untuk terus tertatih?


Cuma bayang ketakutan
Yang kini mengejarku


Namun..
Cinta dan kenangan begitu dalam terpendam di lelung hatiku...

Kesadaran Kosmik Dan Zona Photon

Pengetahuan ini mungkin saja masih asing bagi kita semua. Tetapi pengetahuan ini kiranya akan memberi pengkayaan wawasan kita untuk semakin memahami hal yang gaib tetapi pada suatu ketika tidak lagi menjadi gaib.

Apa yang akan terjadi pada umat manusia dalam milenium ke III bila tata surya kita memasuki zona photon yang berfrekuensi tinggi? Menurut informasi secara spiritual terdapat 12 alam semesta di dalam Alam Semesta Raya, dan alam semesta kita dengan tata surya Bima Sakti (The Milk Way) merupakan alam semesta yang paling mutakhir diciptakan.

Tiap alam semesta, tiap galaksi, dan tata surya memiliki suatu Matahari. Tata surya kita yang posisinya ada di pinggir salah satu galaksi, konon mengitar suatu MATAHARI PUSAT (Central Sun) dari gugus
bintang PLEIADES yang namanya ALCIONE. Tata Surya kita berikut planet-planetnya termasuk bumi memerlukan waktu 25.860 tahun untuk mengitari ALCIONE itu, maka tiap 12.500 tahun tata surya kita bertabrakan dengan ZONA PHOTON itu. Untuk melintasi ZONA PHOTON diperlukan 1000-2000 tahun.

Sejak 1961 tata surya kita sudah mulai memasuki ZONA PHOTON. Dan akan berada di pusatnya pada tahun 2011-2012. Masuknya tata surya kita ke dalam ZONA PHOTON itu memberikan dampak peningkatan frekuensi getaran bumi dan peningkatan kesadaran manusia, yang selanjutnya memicu perubahan besar dalam kehidupan di planet bumi.

Peningkatan frekuensi getaran alam akibat energi photon meningkatkan aktivitas gelombang laut, gunung berapi, gempa bumi, perubahan cuaca/iklim, pemanasan global dan terciptanya lubang-lubang ozon.

Tanda-tanda taransisi mudah disimak dengan peristiwa yang ditayangkan media massa maupun media layar kaca. Hidup yang semakin sulit dan banyak tantantangan dan masalah, masa depan yang suram, kehidupan sosial politik dan ekonomi yang hiruk pikuk dan heboh. Banyak orang yang gelisah dan dirundung kecemasan, dan tekanan jiwa, gelisah, kekalutan
mental, tindakan kekerasan, kekejaman, atau pemberontakan untuk mencapai kebebasan dan reformasi.


Apakah Zona Photon?

Zona Photon adalah daerah yang terdiri dari partikel chaya photon. Cahaya photon adalah akibat dari tabrakan anti elektron dengan elektron. Tabrakan itu menyebabkan kedua partikel itu saling menghancurkan yang kemudian menimbulkan energi photon atau partikel cahaya. Kelak kemudian hari photon akan menjadi sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi, selain energi nuklir tentunya.

Akibatnya akan terjadi perubahan besar dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan kesadaran manusia.

Apa yang terjadi semasa transisi?

Di tepi Zona Photon terdapat suatu dinding pembatas yang disebut ZONA NIL. Di Zona Nil tersebut terjadi kompresi energi yang sangat dahsyat, di mana medan magnetik sangat padat sehingga segala sesuatu yang melintasi Zona tersebut pasti mengalami perubahan. Berarti juga medan magnetik bumi dan matahari akan berubah mengalami jenis magnetik yang baru, yakni magnetik interdimensional yang mengakibatkan perubahan drastis pada medan elektrik magnetis dan gravitasional bumi. Dapat dibayangkan pengaruhnya pada semua alat listrik yang kita kenali
sekarang, semua tak akan berfungsi. Mobil dan pesawat tak dapat distarter. Pendingin ruangan akan mati total. Lampu-lampu listrik tak lagi menyala..

Diperkirakan penghuni bumi menghadapi suatu kehidupan dan kegelapan yang tak bisa dipahami.

Hari 1-2: Matahari tidak bersinar dan bumi menjadi gelap gulita dan dingin yang dahsyat.

Hari 3-4: Tampak cahaya temaram, bagai fajar, bintang-bintang mulai muncul di langit

Hari 5-6. Menghadapi hari yang bercahaya benderang selama 24 jam terus menerus. Seluruh mahluk bangkit dengan semangat baru. Menerima energi baru. Kemampuan SUPRANATURAL muncul suatu ZAMAN BARU.


Manusia Bumi menjadi manusia GALAKTIK
Perubahan frekuensi getaran ini SANGAT DAHSYAT. Zona Photon dikenal juga dengan sebutan Nebula Emas. Dimana manusia akan menikmati zaman keemasan. Manusia yang lolos dapat hidup dalam zaman Nebula Emas akan menjadi manusia yang memiliki kesadaran super. Mungkin inilah saatnya yang dinyatakan dalam kitab-kitab suci bahwa manusia akan berubah dalam sekejap mata.

Kemampuan-kemampuan spiritual seperti telekenensis, clairvoyance, clairaudience dan kemapuan-kemampuan spiritual yang hanya dimiliki orang-orang tertentu akan menjadi milik setiap orang. Penghubi bumi akan menjadi mahluk SUPERNEING, atau MANUSIA SUPER.

Badan jasmani manusia yang berhasil melampaui masa transisi dan tetap hidup, akan mengalami perubahan. Kebutuhan jasmani juga berkurang, tidak seperti manusia jaman sekarang yang terlalu banyak menuntut gaya hidupnya. Kehidupan di Zaman Baru akan memberikan kekuasaan manusia berkesempatan dan berkemampuan untuk meremajakan diri jasmaninya dan hidup tanpa batas waktu.

Tidak ada kematian, tidak ada pembusukan, yang ada hanya kesempurnaan hidup.

Manusia hidup dalam keabadian, namun tidak berarti ia akan terperangkap dalam badan jasmani yang sama. Untuk selama-lamany. Ada cara lain untuk transit dari dimensi yang satu ke dimensi-dimensi lain tanpa mengalami
proses kematian jasmani.

Bangsa Man usia Baru akan mempunyai pemimpin yang memiliki kesadaran multidimensional, memimpin manusia menuju kehidupan yang damai, sejahtera, dan bahagia sesuai dengan rencana Tuhan Sang Maha Pencipta.

Sejarah planet bumi dan asal-usul manusia akan terungkap. Sejarah yang selama ini dibayangkan atau ditemukan oleh ahli-ahli sejarah sangat berbeda dengan kejadian yang sesungguhnya.

Akhirnya manusia akan memahami jati dirinya, tahu siapa dirinya di masa silam dan apa tugas serta takdirnya, tidak semata-mata sebagai manusia bumi, tetapi sebagai manusia galaktik yang memiliki kesadaran kosmik.


Kesadaran Kosmik.
Apa yang terjadi sekarang ini adalah sesuatu yang luar biasa dan belum pernah terjadi, yakni setiap manusia diberi kesempatan melakukan "lompatan quantum" menuju kesadaran lebih tinggi.

Bila tata surya kita telah berada di dalam aliran energi Photon, manusia akan hidup di alam dimensi kelima.

Semua kebenaran, dan pengetahuan tentang Tuhan, manusia, proses kehidupan, evolusi dan keadaan Alam Semesta akan menjadi milik manusia, termasuk pengetahuan kehidupan dalam sistem bintang serta planet-planet lain.

Dengan adanya energi Photon perjalanan antar planet akan menjadi mudah, seperti halnya melakukan perjalanan antar benua atau antar pulau, antar bangsa. Akhirnya manusia akan menjadi anggota Federasi Galaktik dari belajar meningkatkan kehidupan harmonis dengan penghuni-penghuni planet lain. Di Alam Semesta.

Dari pengalaman hidup antar planet manusia akan memiliki kesadaran bahwa ia bukan semata-mata warga planet bumi tetapi juga menjadi warga galaksi, bahkan warga Alam Semesta. Manusia yang memiliki seluruhnya kesadaran kosmik.

Pensil Dan Pengapus

Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."
Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."


Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."


Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."


Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....


Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...


Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).


Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.


"Hingga saat ini...


Saya masih menjadi Si Pensil...


Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.


Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."


Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian...

Ku Ingin

Kupandangi langit malam yang gelap bertabur bintang,
seperti taburan bayang mu yg menatap ku.


Jika bintang hanya sekedar bintang
kenapa ingin ku gapai dan ku dekap.


Jika hati ini hanya sekedar hati,
kenapa rindu ini semakin berat untuk mu.


Mungkin karena diri ku dan dirimu saling menjauhi,
atau mungkin hanya diriku yang menjauhimu.


Maaf, jika aku bersalah.


Tapi kini ku tak sanggup tuk mendekatimu,
hanya karena menghargai perasaan mu dan dirinya


Tapi...
Hati ku ini takkan pernah menjauhi dirimu bahkan tuk melupakanmu.
Karena nama dan wajahmu telah kau toreh kan dalam-dalam di hati ini.


Ku sadar siapa diriku dan siapa dirimu,
ku tak bermaksud tuk memaksa dan ku ingin kau tahu.


Hati ini masih untukmu entah sampai kapan..


Aku tak ingin menjadikan cinta
seperti senapan yang siap menembakku...


Aku tak ingin membuat cinta
seperti onggokan arang yang hanya diam di tempat...


Aku tak ingin mengubah cinta
seperti dedaunan yang gugur lalu hilang bersama angin...


Aku takkan pernah menjadikan cinta
sebagai sesal yang kekal membekas di hatiku...


Aku ingin cinta selalu ada
Menghias tiap celah hidup yang kulewati


Aku ingin cinta tetap hidup
Menjadi cerita indah yang akan ku kenang di masa tuaku


Aku ingin cinta itu bertahan
Hingga ajal datang menjemputku...

Dalam Diam

Dalam diam…
Ku sekat semua bimbang dalam kepedihan
Ku rengkuh segala tanya tuk dapatkan jawaban
Dalam diam…
Ku ratapi segala yang ada
dan yang tak ku mengerti
ku hilangkan segala asa untuk hati
Dalam diam...
Ku terisak antara bahagia dan kepiluan
Ku tersudut dalam tangis dan jerit hati
Ku tersenyum dalam kebingungan yang mendalam
Dalam diam...
Ku harapkan bahagia kan datang
Sambut dalam senyum
Dengan dekapan dalam cinta dan kasih sayang

Thanks For This Feeling 'n Thanks For This Tears

cinta, ya begitulah katanya.

begitu manis di awal,
entah apa ia semanis coklat dan senikmat madu
tak lagi ku rasa hangatnya rasa itu, sepertinya aq hnya bermimpi.
pernah ada hubungan yg seolah tak berujung,
tak ada senyum tak ada kabar atau berita.
entah mengapa bayang wajah itu seolah terus mnganggu.


aq ingin melupakan n menghapus namamu, namun smakin tak mampu ku mengerti.
tak pernahkan kau rasakan yg sama?
ketika kau seolah memberikan harap
dan seketika kau lepas kan smua rasa itu,
pernah aq mnunggu n trus menunggu hingga ku tinggalkn senyum itu dlm sebuah memoar.
bahkan surat yg prnh n hnya ada u/mu kini tlah ku hncurkan brsma smua rasa.
salahkah ketika ketika brharap?
salahkn atas smua rasa ini??
kau pernah mwbuat dunia itu trasa mendung n ku bnar tak percaya.

ada kesunyian dalam kpenatan,
menatapi pojok sunyi tak bergumam,
disudut jendela yang biasanya disinari cahaya kini kembali gelap,
sedikit takut & ragu bercampur dlm rona kebimbangan,
malam smakin panjang dwktu aq mgungkap asa,
denting lantunan suara rintik hujan terdengar lg,
ada hati yg terpaut dlm kssenyapan yg seolah trus mcari sinarnya,
trus ia mencari dmn serpihan itu kan terbang dan hinggap,
ada harap akan ksejukan udara yg mmpu mbrikn rona baru,
diatas kemilau kristal2 pembungkus lilin q pandangi cahaya itu,
ternyata q sadari ada cahaya yg jauh lbh indah&mengesankan dr lilin yg mnerangi,
mungkin setiap hati mcari cahayanya sendiri yg mampu msbuatnya smakin berwarna

Selasa, 15 November 2011

Toujours à Vous

Padamkan sejenak tatapan buta itu
Pahami rasamu yang sedikit menyejukkan ruang sepiku
Meski tak begitu ku lihat nyata
Namun, kan ku coba mulai meraba hadirmu kembali


Dengan sedikit ku buka ruang singgah
Berharap kau mampu tuk mengintip ke dalamnya
Dan..kau mengerti setiap sudut tentang duniaku baru


Masih berkabut
Memang,,
Maka pancarkan cahaya kasih itu
Yang mungkin mampu menembus kabut penutup mata hatiku
Hembuskan angin damai mu
Pelan...pelan...pelan
Keluarkan kabut ini dari ruang hidupku


Kau mampu
Yakinlah
Di sudut yang paling gelap aku merintih
Menahan perih
Menjadi tawanan gelapnya kabut yang menyayat retina ku


Tumbangkan seribu barisan keraguanmu
Kau masih mampu
Lenyapkan keraguan itu
Aku disini
Tepat di depan penglihatanmu
Ulurkan tanganmu
Dan...yakinlah aku kan menjangkaunya
Karena aku disini masih milikmu

Lama Tak MenyapaMu

Tuhan, apa kabar-Mu?
Ini aku, tengah berkunjung ke rumah-Mu.
Dengan tengadah, kupanjatkan doaku.
Ada rasa tak layak menerpaku.

Mungkin karena dosa-dosaku?
Atau kelalaianku?
Kucoba tepis rasa itu.
Aku mau dengan tenang beribadah pada-Mu.

Tersungkur aku di rumah-Mu.
Kurasakan begitu kecilnya diriku.
Begitu lemahnya aku.
Tetapi tangan-Mu yang kokoh selalu mengenggam tanganku.
Engkau selalu membisikkan kata-kata lembut di telingaku.
Mengajarkan aku untuk tegar di dalam-Mu.
Di rumah-Mu, kutemukan pengampunan-Mu.
Sukacita baru.

Kedamaian menyelimuti diriku.
Ketenangan menghadapi permasalahan hidup pun mengisi hatiku.
Semua terjadi di rumah-Mu

Tuhan..
Biarkan aku berdoa dengan khusyuk hanya pada-Mu.
Karena aku sadar, tiada yang lain yang seperti-Mu.
Aku bangga jadi anak-Mu.
Dan biarlah aku terus jadi kebanggaan-Mu
Sampai akhir hidupku.

Di Balik Dari Aktifitas Mencuci Piring

"Saya suka cuci piring" kata gadis cilik itu.


"Mengapa?" tanyaku takjub.
"Karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci. Piring yang tadinya kotor dan berminyak bisa menjadi bersih dan mengkilap. Mengherankan.....," jawabnya dengan kedua bola mata yang berpendar indah.
Keajaiban dalam cuci piring. Wah, ini sungguh tak terpikirkan olehku. Keajaiban dalam hal-hal yang sangat sederhana. Gadis cilik itu satu diantara lebih dari seratus anak yang berkumpul dan menikmati camping rohani yang diadakan oleh sekolah minggu gerejaku. Dan tiba-tiba aku melihat dan merasakan keajaiban pada kumpulan anak kecil itu. Ternyata hidup adalah keajaiban. Dan keajaiban tidak semata suatu peristiwa yang luar biasa, yang menakjubkan, yang menjadi buah bibir bagi banyak orang. Keajaiban itu sangatlah sederhana dan dapat dinikmati bahkan dalam peristiwa-peristiwa kecil sehari-hari. Ternyata, hidup kita ini dikelilingi oleh banyak keajaiban. Tahukah anda?
Maka kita yang saat ini sedang mengejar keajaiban, mengharapkan dan merindukan keajaiban, tetapi merasa kecewa dan putus asa karena tak pernah menemukannya, mungkin perlu belajar dari gadis cilik itu. Dengan tangan mungilnya, dia dengan tekun mencuci piring makannya dan menemukan keajaiban yang dicari banyak orang saat menikmati hasil kerjanya. Dari piring yang kotor menjadi piring yang mengkilap.
"Saya suka mencuci piring, karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci....."
Keajaiban setelah mencuci. Keajaiban setelah bekerja keras membersihkan sisa-sisa lemak dan menggosok piring makannya sendiri. Keajaiban setelah berusaha.....
Mengapa kita seringkali hanya duduk diam menunggu keajaiban itu datang dengan sendirinya? Tidakkah keajaiban itu pun butuh proses kerja yang tidak ringan? Mengapa seringkali kita merasa kecewa karena disepelekan atau dianggap tidak ada? Tidakkah kita sendirilah yang perlu membuktikan keberadaan kita? Mengapa kita harus tergantung pada orang lain? Mengapa kita harus menganggap diri kita harus diperhatikan, harus dicintai, harus dipuji sebagai bukti keberadaan kita? Bukankah kita sendirilah yang harus berupaya untuk memperhatikan, mencintai dan memuji keberadaan orang lain sehingga mereka bisa tahu bahwa kita ada? Keajaiban hanya akan muncul setelah kita bekerja keras. Setelah gadis cilik itu membersihkan piringnya, dan tidak perlu menanti orang lain yang datang membersihkan piringnya. Gadis cilik itu melihat keajaiban setelah mencuci piringnya sendiri....
Keajaiban itu sesederhana hidup ini. Hidup yang harus dijalani, saat demi saat, hari demi hari, dijalani dan dinikmati. Dengan mengeluh dan merasa kecewa tanpa berbuat apa-apa, kita hanya akan mendapatkan semakin banyak kekecewaan dan perasaan putus asa pun kian dalam. Dan keajaiban yang kita harapkan semakin menjauh dari kita. Dengan matanya yang berpendar indah, gadis cilik itu itu memandang piring makan yang kini mengkilap bersih setelah dia mencucinya. Inilah keajaiban itu. Inilah kegembiraan baginya. Dia tidak menunggu seseorang datang dan membersihkannya. Lalu akan merasa kecewa dan sakit hati jika ternyata tak ada yang mau membantunya untuk mencuci piringnya sendiri. Tidak. Dia bekerja sendiri. Dia berusaha sendiri. Dan menikmati hasilnya sendiri. Keajaiban ada setelah dia mencuci piringnya. Dan dia menikmatinya.

Jadilah Pelita Dalam Kegelapan

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja
buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu,
biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa
pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak
si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan
buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta
bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini
supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu
tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi
itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak
melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak
apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun
melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta
kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
“Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru
mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka
bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab,
“Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu
menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia
menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran
dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya
bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat
jalan mereka.”
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan
kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan,
melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang
lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya
sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui
peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati
karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain.
Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran,
yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka
bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang
sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka
bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta,
sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya
untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya
memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah
nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri
kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan
dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita
kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa
penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang
membuahkan penciuman. Pikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah
kebijaksanaan.

Sumber: Jalan Hidup

Senin, 14 November 2011

"Tujuh Keajaiban Dunia"

Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia". Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :

1. Piramida Besar di Mesir,
2. Taj Mahal,
3. Grand Canyon,
4. Panama Canal,
5. Empire State Building,
6. St. Peter's Basilica,
7. Tembok China.


Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya?.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.

"Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu kamu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah :

1.Bisa bersyukur,
2.Bisa merasakan,
3.Bisa tertawa,
4. Bisa mendengar..... (Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...),
5.Bisa berbagi,
6.Bisa mencintai ,
7.Dan bisa dicintai"

Ruang kelas tersebut sunyi seketika..
alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga kita hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita. Bersyukurlah untuk apa yg telah kita dapatkan sampai saat ini, karena itu sesungguhnya semua merupakan suatu keajaiban.

Pengikut

 
Electricity Lightning